Feature: Redaksi YakinSehat.id Jajal Terapi Yang Sheng


“Saya ingin Anda menulis tentang terapi Yang Sheng,” tutur dokter Jimi Wihono, pakar akupuntur, di Klinik TCM di Jalan Boulevard Raya No 88 KK, Medan Estate. Klinik tersebut merupakan satu dari dua yang dia kelola. Satu lagi bertempat di Jalan Gaharu. Tak jauh dari Universitas HKBP Nommensen.

Mulanya Redaksi bahkan kesulitan untuk mengeja nama terapi tersebut. Namun, dengan sabar dokter Jim menyebut nama terapi, dan juga memberi penjelasan yang mudah ditangkap nalar.

“Yang Sheng berarti ‘memelihara kesehatan’. Terapi Yang Sheng ini menggunakan alat Yang-Sheng Fohow Meridian Massager,” tuturnya.

Dia menjelaskan, alat terapi tersebut menggunakan listrik untuk menciptakan getaran. “Tapi harus diketahui bahwa ini bukan terapi listrik, melainkan getaran.”

dokter Jimi mengatakan, ada tiga manfaat jajal terapi Yang Sheng untuk kesehatan. “Pertama, untuk melancarkan saraf. Kedua, guna mengencangkan otot. Dan ketiga, membersihkan saluran limpa,” ujarnya.

Terapi Yang Sheng, katanya, menggunakan sarung tangan khusus yang memungkinkan titik aktif biologis dirangsang ke arah yang benar untuk mencapai hasil terbaik. “Perangkat ini menggabungkan teknik pengobatan tradisional Tiongkok dan sains modern.”

Meskipun Yang Sheng bermanfaat untuk penyembuhan penyakit, namun terapi ini juga baik bagi orang sehat. “Terapi Yang Sheng bisa juga digunakan untuk menjaga kecantikan baik wajah maupun tubuh. Semisal untuk mengencangkan kulit, dan mengecilkan perut dan lengan,” kata dokter Jim.

Selain di Klinik Yakin Sehat, dr. Jimi juga membuka layanan bagi yang ingin jajal terapi Yang Sheng di Klinik Hidup Baru di di Jalan Gaharu No 12 Simpang Tusam. “Bisa dibilang baru kita yang membuka layanan terapi Yang Sheng di Indonesia. Sekarang kita sudah berani untuk ekspansi, setelah melihat hasil yang bagus untuk menyembuhkan pasien kami,” pungkas ahli akupuntur yang berencana membuka cabang ke Jakarta.

Sensasi Getaran Hingga ke bagian paling dalam di saraf

Dokter Jim mengatakan, pihak Redaksi sebaiknya langsung menjajal sendiri terapi Yang Sheng. “Supaya bisa tulis dengan bahasanya sendiri,” ucapnya, seraya mengajak Redaksi ke bilik terapi.

Setiba di tempat, dokter murah senyum tersebut menyempatkan untuk tegur sapa dengan salah satu pasien. Seorang kakek yang tengah menjalani terapi Yang Sheng sambil duduk di kursi. Satu staf perawat, dengan sarung tangan khusus perlahan-lahan menyeka bagian tangan si kakek dari bahu hingga jemari. Demikian berulang-ulang.

“Opa ini sedang menjalani terapi kedua. Yang pertama adalah minggu lalu. Beliau dari Jakarta, datang ke sini untuk menyembuhkan sakit stroke. Sebelum kemari, dia harus berjalan dibantu alat penopang empat kaki. Dengan kedua tangan menopang alat bantu itu,” katanya. “Tapi setelah terapi pertama, dia sudah bisa dengan satu tangan menyangga alat penopang itu.”

“Wah. Langsung terasa dampaknya,” cetus Redaksi. “Bagaimana rasanya terapi ini di badan Opa?”

“Rasanya, ada getaran sampai ke saraf paling dalam,” jawab si bapak.

Getaran dari terapi Yang Sheng tak hanya mengembalikan fungsi saraf, namun juga menguatkan kembali ototnya, terang dokter Jim.

Redaksi kemudian berkata, apakah terapi ini juga bisa menyembuhkan Diabetes yang dia idap sejak tahun 2015. “Wah. Tentu saja. Sebab prinsip getaran dari terapi Yang Sheng dapat melepas darah yang melekat di pembuluh. Gula darah yang lengket dan melekat di pembuluh inilah yang menjadi awal diabetes dan komplikasi penyakit lainnya,” kata dokter.

***

Redaksi sempat ragu untuk menjajal terapi ini. Hanya karena belum yakin telah mengenakan pakaian dalam yang tepat. Tentu tidak lucu, jika saat terapi hendak dimulai, underwear yang dikenakan memiliki lubang atau tambalan di sana-sini. Syukurlah, setelah diperiksa di toilet, situasinya sudah layak dan sepantasnya.

Bagai pengalaman ‘malam pertama’ Redaksi sempat dag-dig-dug. Akankah “getaran sampai ke saraf paling dalam” itu akan menggetarkan organ dalam tubuh hingga copot dari rongganya? Namun sikap ramah dan lembut si perawat lumayan meneduhkan hati.

Bagaimana Proses Terapinya ?

Sebelum terapi, perawat mengoleskan krim beraroma ‘mirip’ bambu, di sekujur punggung dan sebagian di bagian bokong. “Krim ini memang bagian dari terapi agar getarannya terasa ke saraf,” terang kakak perawat ke Redaksi.

Saat sarung tangan khusus terapi tersebut mulai menyentuh, sensasi getaran mulai menjalar ke bagian paling dalam di tubuh. Redaksi sempat terkejut mula pertama merasakan sensasi tersebut. Namun, setelah beberapa kali diseka mulai menikmati. Perlahan-lahan, sesuai permintaan Redaksi, level tegangan terapi pun naik.

Sensasi paling terasa adalah ketika menyeka bagian bokong dan pundak. Terutama bagian pundak terasa sedikit nyeri. “Oh. Itu berarti ada masalah di pundak bapak,” terang si perawat.

“Iya. Sudah seminggu ini saya merasakan kaku dan nyeri di pundak. Mungkin karena salah posisi tidur. Tapi kenapa di bagian bokong saya juga terasa agak ngilu?” tanya Redaksi.

“Ini si bapak sepertinya kurang olah raga.”

“Wah. Iya. Jadi ketahuan,” gumam Redaksi sembari sembunyikan rasa malu.

Sebagaimana penuturan sebelumnya oleh dokter Jimi, gula darah paling banyak menumpuk di bagian bawah tubuh (jari tangan dan kaki). Ketika sarung tangan mulai menyeka dari pundak ke jari, sungguh terasa seperti sejumlah besar gumpalan menumpuk ke jari.

“Dengan getaran ini, gula darah yang menempel digoncang agar lepas dari pembuluh darah kapiler. Wah. Ini terlalu rendah tegangannya,” jelas dokter Jim, sembari menaikkan level tegangan alat terapi. Erangan Redaksi langsung menyusul, karena sontak kaget dengan kenaikan tegangan yang mendadak.

Persis 45 menit, alat terapi langsung mati dengan sendirinya. Sehingga sesi terapi hari itu pun berakhir. Seusai terapi, Redaksi merasakan badan teramat ringan dan keram di bagian leher yang kerap hinggap, seperti lenyap. Dampak baik juga terasa hingga tidur malam yang nyenyak dan buang air kecil teratur.

“Bagus. Itu pertanda dampak dari terapi Yang Sheng berjalan baik,” kata dokter Jim saling berkomunikasi dengan Redaksi melalui pesan Whatsapp. “Ingat. Selalu jalani terapi setidaknya dua kali seminggu. Supaya lekas sembuh dari sakit diabetes.”

(Ananta Bangun)

//

artikel ini ditulis untuk media online YakinSehat.id. Sumber artikel bisa ditelusur dari link ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.