Gallery

Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan Belajar Jurnalistik Media Online

Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan diabadikan bersama narasumber
Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan diabadikan bersama narasumber

Komsoskam.com – Medan, Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAM memandu Training Jurnalistik Media Online bagi aktivis komsos di Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, Medan. Kegiatan pembekalan, pada Minggu (20 Oktober 2019), diikuti puluhan umat setempat dan Vikaris Parokial, RP. Yanuarius Tarsik Berek, OFM Conv.

“Kegiatan ini penting dan baik untuk kita pelajari, tidak hanya untuk pengembangan website paroki, namun juga mengasah keahlian komunikasi sosial dan katakese di kalangan umat. Khususnya para aktivis komunikasi sosial di paroki ini. Teknologi komunikasi dan informasi amat relevan dalam upaya pastoral,” ujar Pastor Yan memberi motivasi dan kata pembukaan.

Ada tiga sesi dipaparkan dalam training, yakni: pemahaman dasar tentang komsos, praktik jurnalistik dan penentuan rencana tim aktivis komsos Paroki Padang Bulan ke depannya.

“Sejak pengenalan dekrit Inter Mirifica sebagai akar mula pastoral Komunikasi Sosial. Gereja telah membaca tanda zaman, termasuk perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk lahan pastoral. Alkitab sendiri termasuk salah satu media komunikasi sosial yang membantu pewartaan hingga sampai ke tempat kita saat ini,” ujar staf Komsos KAM, Ananta Bangun saat mempresentasikan materi pemahaman dasar mengenai komunikasi sosial. Continue reading

Gallery

Pengalaman adalah ‘guru’ terbaik dalam hidup

Diabadikan bersama tim pelatihan TCDP (kala itu), tepat di depan plakat semboyan yang legendaris

“Pengalaman adalah ‘guru’ terbaik dalam hidup.” Kukira petuah ini sungguh tepat. Pengetahuan dan keahlian yang kuperoleh kini adalah ‘buah’ dari pengalaman di masa silam. Kukira setiap insan juga mendapati hal sama.

Salah satu pengalaman menarik dan lekat dalam ingatanku, ketika turut dalam Teacher’s Competency Development Program (TCDP) — satu program tanggung-jawab sosial yang digagas lembaga nirlaba Djalaluddin Pane Foundation, secara khusus di wilayah Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan.

TCDP tidak sekedar memberikan ilham di dunia “Training/ Pelatihan” dan kiat presentasi, namun juga keakraban dalam keragaman profesi, suku dan keyakinan. Pada intinya, kami sungguh ‘tenggelam’ untuk belajar hal baru secara terus-menerus. None knows everything, but someone knows something, adagium ini seolah mantra yang terus mengiang-ngiang di meja diskusi, ruang training, bahkan hingga di bus dalam perjalanan pulang tim training ke Medan. Aku pun tak pernah lupa semboyan Ustadz Fikry di Pondok Pesantren Modern (PPM) Ar-Rasyid (salah satu tempat penyelenggaraan pelatihan TCDP): “Pulang Malu, Kalau Nggak Bawa Ilmu.” Continue reading

Gallery

Agoez Perdana: Bagi Saya, Berbagi Inspirasi adalah Investasi Akhirat

Dok. Pribadi | Repro untuk halaman Lentera News

Artikel ini adalah bagian liputan untuk majalah online Lentera News. Hal yang unik adalah saya mewawancara sobat saya sendiri, Agoez Perdana. Namun saya dimudahkan karena telah beberapa kali turut dalam training yang dia bawakan.

Melirik kembali artikel ini, saya berfikir perlu belajar menulis lebih giat lagi. Ada banyak kekurangan di dalamnya. Namun sebagaimana sejatinya sebuah otokritik. Setiap penilaian dan koreksi adalah untuk membangun diri sendiri. Kiranya gagasan utama dalam tulisan ini juga menggugah saudara/i pembaca.

***

Agoez Perdana mengawali  karir sebagai Jurnalis di Radio. Dari media elektronik ini, ia merintis pemahaman  jurnalistik, khususnya broadcasting. Sebagai jurnalis, ia  melabuhkan pemahaman jurnalistiknya di Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Dia (pada saat diliput untuk tulisan ini) menjalankan amanah sebagai Koordinator Divisi Advokasi AJI Medan. Tidak hanya untuk menanamkan etika jurnalistik yang benar. Ia juga sering diundang menghadiri sejumlah pelatihan. Baik di ranah jurnalistik, hingga melebar ke masalah hukum jurnalistik dan sosial. Pengalaman tersebut menyalakan ‘lampu’ gagasannya. “Mengapa tak saya coba berbagi pengetahuan ini dengan orang lain? Dimulai dari sahabat-sahabat terdekat,” ujarnya.

Berbekal pengalaman  meliput dan sejumlah pelatihan, Agoez Perdana memberanikan diri berbagi pengetahuannya dengan sesama.  “Kala pertama, saya  ditawari salah satu yayasan milik  perusahaan kelapa sawit  Labuhanbatu.  Tanpa linglung, saya terima. Sebab toh saya telah mengetahui materi pelatihannya terlebih dahulu. Apalagi, saat itu Teknik Presentasi yang menjadi tema pelatihannya termasuk hobi saya juga, “ kata pria yang kini disibukkan dengan media online KabarMedan.com (http://www.kabarmedan.com). Continue reading