Gallery

Rekoleksi Keluarga Katolik di Paroki St. Petrus Paulus – Parongil “Mulanya Didesak, Lalu Menjadi Habitus, Akhirnya Hidup dalam Iman”

Pastor dan Umat Stasi Lae Itam diabadikan setelah misa

Di antara semua buah-buahan, Durian paling sering disebut sebagai ‘pembunuh’. Ini karena kadar gula dalam buah yang mulanya dianggap busuk tersebut, sangat jahat bagi penderita diabetes. Namun, si ‘pembunuh’ inilah yang diidamkan tim Menjemaat kala diundang meliput ‘Rekoleksi Keluarga Berdoa’ di Paroki St. Petrus Paulus – Parongil.

Sayangnya, sebelum sensasi kenikmatan buah berduri itu meleleh di lidah, Parokus Parongil, RP. Monang Sijabat O. Carm menyampaikan kabar duka. “Musim Durian di Parongil sudah berakhir pada awal Februari kemarin. Sudah tidak ada lagi.” Demikian isi pesan-nya dari media bincang Whatsapp. Lugas, tepat dan menghujam hati penggemar Durian kelas akut. Continue reading

Gallery

Belajar Menghayati Doa, Tobat, Derma & Puasa Dalam Hidup Keluarga

“Keluarga adalah sel dasar masyarakat, dimana kita meskipun berbeda, belajar hidup bersama orang lain dan menjadi milik satu sama lain; keluarga juga merupakan tempat dimana orangtua mewariskan iman kepada anak-anak mereka” (Evangelii Gaudium 66).

 

Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) ke-4 tahun 2015 merefleksikan keluarga Katolik sebagai sukacita Injil; Panggilan dan perutusan keluarga Katolik dalam Gereja dan masyarakat Indonesia yang majemuk. Yakni, menumbuhkan kembali dan mengembangkan komunikasi kasih dan kemampuan perutusan cinta kasih dalam keluarga guna menghadirkan kesejahteraan hidup bersama yang penuh dengan kedamaian. Sinode-VI Keuskupan Agung Medan (KAM) juga menegaskan pentingnya peran tersebut dengan tema utamanya: “Keluarga, Gereja Kecil.”

Atas dasar peristiwa dan tema pastoral SAGKI ke 4 tahun 2015 yang dibuat lima tahun sekali, gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2017 – 2019 ialah: “Penghormatan dan Penghargaan Keutuhan Ciptaan Demi Kesejahteraan Hidup Bersama”. Sementara tema APP 2017 untuk KAM — seturut pertimbangan dan pengharapan oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Anicetus B. Sinaga OFM Cap akan fokus pastoral yang bersumber dari hasil Sinode-VI KAM — adalah “Keluarga sebagai Sekolah Perdana dan Utama Kehidupan.”

Tema tersebut mengingatkan bahwa, dalam keluarga, kita untuk pertama sekali mendapat pendidikan dasar kemanusiaan dan iman. Guru utama di dalam keluarga adalah orangtua, yang juga menyandang peran Imam-Pengudus, dan Gembala-Pemimpin. Keluarga sebagai sumber pendidikan, juga merupakan sarana yang membantu manusia memperoleh identitasnya sendiri. Karena didirikan atas dasar cinta kasih dan terbuka bagi anugerah kehidupan.

Alfian Purba Tamsar bersama Istri dan Anak anak (Foto dok. Pribadi)

Majalah Menjemaat mendalami penghayatan nilai-nilai tersebut dalam aksi APP (Doa, Puasa, Derma & Tobat), melalui pengalaman satu keluarga Katolik di Paroki St. Fransiskus Assisi – Saribudolok. Yakni, dari keluarga pasangan Alfian Purba Tamsar dan Rosnida br Sinaga.

Sembari melakoni pekerjaan bertani dan beternak, Alfian telah lama menggeluti pelayanan di gereja. Baik di lingkup Stasi dan Paroki. “Pelayanan saya di Paroki Saribudolok sudah tiga periode menjadi anggota DPP. Saya selalu terlibat menjadi panitia setiap ada kegiatan di Paroki. Sementara di Stasi St. Pio – Purba Hinalang telah dua periode menjadi Ketua Dewan Stasi Harian dan sekarang menjadi Sekretaris Stasi Purba Hinalang,” tutur Alfian, yang juga menjabat Kepala Cabang Kopdit/CU Cinta Mulia Saribudolok. Continue reading