Mgr. Anicetus Sinaga OFM Cap ‘Berpulang’; Tutup Usia 79 Tahun

Umat Katolik mengawali bulan November ini dengan suasana duka. Kabar wafatnya Bapak Uskup Agung Anicetus Sinaga, OFMCap menimbulkan rasa belasungkawa mendalam, bukan hanya bagi umat Keuskupan Sibolga yang dilayani sebagai Uskup dan sekarang sebagai Administrator Apostolik, termasuk juga umat di Keuskupan Agung Medan yang juga pernah dilayani sebagai Uskup Agung.

Mgr Anicetus Bongsu Sinaga, OFM Cap mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Elisabeth Medan, pada Sabtu (7 November 2020). Kabar duka ini disampaikan melalui fanpage Keuskupan Sibolga, sesaat setelah kepergian bapak Uskup.

“Berita dukacita! Telah meninggal dengan tenang Mgr Anicetus B Sinaga, OFM Cap Administrator Apostolik Keuskupan Sibolga, tadi sore sekitar pukul 18.00 WIB di RS Elisabeth Medan. Marilah kita umat Keuskupan Sibolga berdoa untuk keselamatan jiwa Mgr dan semua rencana pemakaman berjalan lancar. Informasi selanjutnya, akan dikeluarkan ordinariat Keuskupan Sibolga dan Uskup Agung Medan.” Demikian tersemat kabar di media sosial Keuskupan Sibolga tersebut.

Mgr. Pius Datubara OFM Cap beri penghormatan terakhir (Binus Brekele Tarigan)

Kanselarius Keuskupan Agung Medan, Pastor Borta Rumapea, O.Carm juga membenarkan kabar duka tersebut melalui pesan singkat yang dibagikan via whatsapp. “Berita Duka. Telah Meninggal dunia dengan tenang hari ini, pkl.18.00. Yang Mulia Mgr. Emeritus B. Sinaga, OFM.Cap, di Rumah Sakit St. Elisabeth Medan. Malam ini dan besok akan disemayamkan di Gereja Katedral Medan. Para LHB dan umat Allah terdekat dipersilahkan datang berdoa. RIP. Informasi selanjutnya akan kami sampaikan. Terimakasih”

Sebelumnya, Mgr Anicetus dinyatakan positif Covid-19, yang disampaikan dalam keterangan pers via youtube oleh Sekretaris Keuskupan Sibolga, Romo Blasius Super Yesse, Pr, pada Senin (19 Oktober 2020).

Pastor Yesse mengatakan, Mgr. Anicetus merasa kondisinya kurang sehat usai tahbisan diakon di Gereja St. Theresia Lisieux, Sibolga, pada Kamis (15 Oktober 2020). “Dan kemudian, Mgr. Anicetus dibawa berobat dan beristirahat di di Klinik St. Melania, Seruni, Sibolga.”

Melalui sumber dari pihak RS Elisabeth disampaikan, Mgr. Anicetus sebelumnya telah menjalani tes usap (SWAB) sebanyak dua kali. Hasil pengujian laboratorium mendapati bahwa Mgr. Anicetus negatif dari virus corona. Sesudah dinyatakan sembuh, Uskup Emeritus dipindah dari ruang isolasi ke ruang perawatan umum. Namun penyakit paru yang pernah diderita sebelumnya kembali kambuh dan membutuhkan perawatan intensif.

Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFMCap mengirim pesan kepada Bapa Kardinal Ignatius Suharyo dan para uskup di Indonesia bahwa Uskup Sinaga telah dipanggil Tuhan pada hari Sabtu (7 November 2020) pukul 18.00 WIB.

“Bapa Kardinal dan para bapa uskup yang terkasih, dalam doa sambil mendekap tangannya, Mgr Anicetus pada pukul 18.00 WIB telah berangkat menghadap Bapa. Mari kita doakan agar Beliau beristirahat dalam damai Tuhan,” demikian WhatsApp Mgr. Kornelius yang menyebar secara luas.

foto dari Binus Brekele Tarigan (Tawa Potret)

Pesan Terakhir

Pada Minggu (8 November 2020), Keuskupan Agung Medan mempersembahkan Misa Requiem Mgr. Anicetus di Gereja Paroki Katedral Medan. Dalam homilinya, Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius mengutip kembali ucapan almarhum Uskup Emeritus saat dia memimpin Misa Requiem RP Servasius Sihotang OFMCap di Sibolga. “Pesan itu ditulisnya ditulisnya dalam grup WA Para Uskup Regio Sumatera, 13 Oktober lalu,” ujar Mgr. Kornelius.

Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ mengomentari, “Ya, Opung harus menunggu lama. Opung Pius pun masih gagah kog. Suara kalian berdua cukup keras. Tanda usia akan panjang.” Dan, jawab Mgr Anicetus, “Terima kasih Mgr Darso. Memang urusan kematian ada di tangan Allah. Untuk itu tidak usah kita membentuk panitia.”

Itu pesan WA terakhir Mgr Anicetus dan grup itu. “Kami harap di rumah sakit muncul WA-nya sebagai tanda hidup dan sehat, tetapi tidak muncul,” kenang Mgr. Kornelius.

Mgr. Kornelius beri homili dalam Misa Requiem Mgr. Anicetus di Gereja Paroki Katedral Sibolga (Komisi Komsos KAM)

Mgr. Kornelius melanjutkan, atas permintaan Mgr Anicetus, Mgr Kornelius menerimakan Sakramen Minyak Suci pada Mgr Anicetus 5 November. Tanggal 7 November, Mgr Anicetus menghemburkan napas terakhir. “Dia meninggalkan keuskupan yang sangat dicintainya, Sibolga,” ucapnya.

Padahal, menurut Mgr Kornelius, tanggal 25 September saat merayakan HUT ke-79, uskup yang polos, terbuka, lugas, dan apa adanya itu masih tampil prima dan egergik. Bahkan ada imam berkesan, beliau adalah pribadi survive, tanggap, ceria, suka humor, suka melontarkan ungkapan bahkan ungkapan yang tidak terduga, teratur dan disiplin dalam doa dan meditasi, produktif mengeluarkan buku, artikel, akta diosesan dan surat edaran.

Uskup yang senantiasa menyelipkan Gurindam 12 dalam setiap khotbah dan pembicaraan  itu, lanjut Mgr Kornelius adalah uskup yang peduli dengan budaya, khususnya Budaya Batak. “Dalam perjumpaan formal dan non-formal, beliau sering mengingatkan tentang pentingnya menggali nilai-nilai kekeristenan dalam budaya. Itu juga alasan mengapa beliau selalu ingatkan agar Museum Pusaka Batak Toba di Pangururan dikelola dengan baik, dirancang kurikulum studi Batakologi, dan mempersiapkan orang yang kompeten untuk mengelola museum itu,” kata Uskup Agung Medan itu.

Setelah Misa Requiem di Katedral Medan, pada pukul 9 malam jenazah Mgr Anicetus dibawa menuju Sibolga dan singgah sejenak di Sinaksak. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, semua menunggu kedatangan rombongan di Gereja STSP. Hadir dalam momen ini para Suster dari komunitas-komunitas terdekat di Pematangsiantar, juga para Frater, bruder dan Pastor.

Dalam sambutannya, mewakili lembaga pendidikan, Civitas Academica STFT St Yohanes Pematangsiantar, P. Gonti Simanullang OFMCap, mengajak semua yang hadir, khususnya para mahasiswa civitas academica STFT St Yohanes untuk menjaga api semangat yang telah diwariskan oleh mendiang. Pastor Ivo menandaskan, bahwa perjuangan Mgr Anicetus sungguh memantik semangat dan dengan penuh dedikasi memberikan perhatian yang besar bagi pendidikan  calon imam. “Sudah selayaknya semangat, pemikiran, harapan dan gagasan besar itu kita wujudkan bersama dalam proses bina kita”.

Dalam momen ini, para calon imam diosesan, khususnya dari Praunio Keuskupan Sibolga mempersembahkan lagu buah karya mendiang Mgr Anicetus, Hymne Sibolga yang diciptakannya pada 1983. Lagu ini menceritakan refleksi dan  kekagumannya pada Bumi Sibolga, alam dan kekayaan yang juga turut membentuk sejarah dan akhirnya dikenal secara luas.

Prosesi ini kemudian dilanjutkan dengan doa dan  berkat oleh P. Totok Subiyanto dan kemudian dalam waktu yang cukup singkat beberapa anggota komunitas yang hadir juga umat,  berdoa di sekitar peti jenazah secara bergantian. Pkl. 23.46 WIB, prosesi ditutup dan kemudian rombongan bergerak menuju Sibolga.

Jenazah Mgr. Anicetus disambut di Katedral Sibolga, pada Senin (9 November 2020), dan disusul persembahan Misa Requiem pada pukul 6 sore. Pada Selasa (10 November 2020), dipersembahkan Misa Requiem dan prosesi pemakaman Mgr. Anicetus di Gereja Paroki Katedral Sibolga. Mgr. Kornelius menyampaikan, semestinya Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat yang akan memimpin misa tersebut. “Namun karena kendala di bandara di Jakarta, Mgr. Sipri berhalangan datang,” ujarnya.

Dalam homilinya, kata Mgr Kornelius mengisahkan kembali saat menerimakan perminyakan orang sakit kepada Mgr Anicetus, “Nampak semangatnya merayakan kehadiran Kristus yang menyelamatkan dan menyembuhkan itu … Dari wajah dan sikapnya, itu diamininya, sehingga ketika diurapi dengan minyak, dengan sangat semangat ia membuat tanda salib,” katanya.

Barangkali, lanjut Mgr Kornelius, dalam dirinya sudah ada perasaan dan firasat untuk menghadap Bapa, “karena keyakinannya bahwa kematian adalah pengharapan bagi orang yang percaya dan itu adalah karya Allah, tak perlu panitia.”

Seusai misa reqquiem, jenazah Mgr Anicetus dimakamkan di pemakaman Seminari Menengah Santo Petrus, Aek Tolang, Pandan. (Fr. Nicolaus Heru & Ananta Bangun | sumber: Katolikana, Tribun Medan, Geosiar, Mirifica.net)

logo Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga, OFM Cap

RIWAYAT HIDUP ALMARHUM MGR. EMERITUS DR. ANICETUS BONGSU SINAGA OFMCAP

Lahir                           : Nagadolog, 25 September 1941

SD                               : Siatasan, Dolokpagaribuan, Simalungun, Sumut 1949-1952 (Kls I-III); Bahtongguran, Tanah Jawa, Simalungun, Sumut 1952-1955 (Kls IV-VI).

SMP                            : SMP RK Jl. Sibolga 21 Pematangsiantar, 1955-1959;

SMA                           : SMA Seminari Menengah, Pematangsiantar, 1959-1963;

Novisiat Kapusin     : Parapat 1963-1964

Fakultas Filsafat       : Parapat, Seminari Agung, 1964-1967

Fakultas Teologi      : STFT St. Yohanes Pematangsiantar 1967-1970

Tahbisan Imam         : Pematangsiantar 13 Desember 1969

Studi Teologi Moral : Roma (Alfonsiana), Lisensiat 1970-1972;

Studi Teologi Dogmatik     : Leuven (Belgia), S-3, 1972-1975: The High God of the Toba Batak: Transcendence and Immanence, 1981.

Prefek Apostolik / ‘Uskup’ Sibolga: 28 Oktober 1978. Dilantik 25 Januari 1979.

Ketua Komisi Liturgi KWI             : November 1979 – November 1988

Uskup Sibolga (diangkat), 24 Oktober 1980; Ditahbiskan di Roma oleh St. Paus Yohanes Paulus II, 6 Januari 1981. Dengan motto: Ad Pasquam et Aquas Conducitme. (Ia membimbing aku ke padang hijau dan ke air yang tenang. (Mz 23.2)

Utusan KWI ke Sinode Uskup di Roma   : 29 September s/d 29 Oktober 1983

Ketua Komisi HAK KWI (Hubungan Antar-agama dan Kepercayaan) (Kerukunan Umat Beragama): 1988-1997

Wakil Ketua Komisi HAK FABC (Federation of Asian Bishops’ Conference): 1989-1995

Ketua Komisi Teologi KWI: 1997-2003

Utusan ke Sinode Uskup Asia di Roma: Oktober 1998

Delegatus/Ketua LBI KWI: 2003-2009.

Anggota Komisi Teologi KWI: November 2009-2018 (Ketua Seksi Ajaran Iman).

Pada 3 Januari 2004 diangkat menjadi Kuajutor Uskup Agung Medan dan   dilantik 12 Februari 2004. Selanjutnya  Diangkat 12 Februari 2009 sebagai Uskup Keuskupan Agung Medan.

Pada hari Minggu, 22 Februari 2009  jabatan Uskup Keuskupan Agung Medan resmi diserahkan kepada Mgr. Anicetus Bongsu A. Sinaga, OFMCap,.Pada masa ini banyak kemajuan di Keuskupan Agung Medan. Seperti  revitalisasi Komisi-komisi dan penataan berbagai hal komisi/unit subordinasi KAM. Pembadan Hukum – an Paroki.  Salah satu yang pantas disyukuri adalah pemekaran banyak paroki-paroki. Pada masa ini juga semakin bertambah kongregasi maupun Serikat Kerasulan yang berkarya di Medan. Mgr. Anicetus Bongsu A. Sinaga, OFMCap, menjabat dari tahun 2009 – 8 Desember 2018.

Selanjutnya menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Sibolga: 23 September 2018 sampai wafatnya.

Perarakan Jenazah Mgr Anicetus di STFT Pematangsiantar (Fr. Nicolaus Heru)

Pusat Perawatan Dan Pemulihan Adiksi Narkoba “Rumah Kita”:TIDAK SEKEDAR RUMAH PEMULIHAN

Suster Yovita bersama Frater Kapusin memimpin kegiatan bersama Residen Rumah Kita

Suster Yovita bersama Frater Kapusin memimpin kegiatan bersama Residen Rumah Kita (dok. Pribadi)

Pada tahun 2013, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mengeluarkan Surat Gembala yang bertajuk “Jadilah Pembela Kehidupan! Lawanlah Penyalahgunaan Narkoba!” Surat Gembala ini ditandatangani Ketua Presidium KWI Mgr Ignatius Suharyo dan Sekretaris Jenderal KWI (masa itu), Mgr Johannes Pujasumarta. Dokumen yang diterbitkan usai studi para uskup seluruh Indonesia ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan yang mendalam atas semakin luasnya penyalahgunaan narkoba di negeri ini.

Poin terakhir dalam Surat Gembala ini menekankan pentingnya Rehabilitasi. Gereja Katolik memandang bahwa terhadap korban penyalah-gunaan narkoba harus dirawat hinggah pulih. Alih-alih hukuman penjara yang tidak menjadi pemecah masalah, upaya memulihkan korban sebaiknya diberikan di rumah rehabilitasi yang dikelola secara benar dan bertanggung jawab.

Dalam Surat Gembala inilah ditemukan keselarasan misi BNN dan karya kasih Gereja Katolik agar pengguna narkoba dilayani di rehabilitasi dengan pendampingan medis, psikologis, dan rohani. Kongregasi Suster Santu Yosef (KSSY) Medan tergerak mewujudkan pesan tersebut, dengan mendirikan pusat perawatan dan pemulihan adiksi narkoba “Rumah Kita”. Layanan rehabilitasi ini menjadi oase di tengah derasnya penyebaran narkoba yang mengancam generasi muda bangsa.

“Rumah Kita”diresmikan oleh Uskup Agung Medan (kala itu), Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga, OFMCap, pada 28 Oktober 2014. Prosesi peresmian disaksikan sang penggagas, Sr. Ignasia Simbolon KSYY serta sejumlah pejabat pemerintahan. Termasuk diantaranya perwakilan Badan Narkotikan Nasional (BNN) Sumatera Utara. Continue reading →

JUBILEUM 25 TAHUN PAROKI ST. KONRAD MARTUBUNG: “BERTOLAK LEBIH DALAM MENGGAPAI HIDUP RUKUN DALAM KEBHINEKAAN”

Mgr. Anicetus bersama Mgr. Pius dan Parokus memotong kue perayaan Jubileum 25 Tahun Paroki Martubung (Dok. Pribadi)

“Jangan memandang sebelah mata Paroki St. Konrad Martubung,” tutur Parokus Martubung, RP. Martin Nule SVD kala memberi sambutan untuk perayaan Jubileum 25 Tahun paroki tersebut. Ucapan bangga tersebut dilontarkan sebab menurut Imam Soverdi, suasana pinggir kota Medan tidak menjadikan umat Paroki Martubung merasa minder. “Tetapi tetap semangat mengembangkan iman umatnya dengan pelatihan dan pemberdayaan dalam berbagai bidang.”

Paroki Martubung menghelat pesta perak pada Minggu (7 Oktober), dimulai dengan misa syukur yang dipersembahkan Mgr. Anicetus B. Sinaga OFMCap bersama konselebran beberapa Imam. Para Jubilaris sepakat momen istimewa ini disematkan tema: “Bertolak Lebih dalam Menggapai Hidup Rukun dalam Kebhinekaan.

Mgr. Anicetus menyampaikan homili, agar seluruh umat khususnya di Paroki St. Kondrad Martubung menjadi pelopor di tengah keluarga maupun bangsa. “Umat Paroki St. Kondrad Martubung harus bisa menjadi pionir baik di dalam keluarga maupun bangsa, dapat menjadi imam, guru, sekaligus orang tua.

Di samping itu, dia mengimbuhkan, umat Katolik haris bisa menjadi Oase Ilahi. “Ciri khas umat Katolik adalah harus mampu menjadi Oase Ilahi. Oase artinya menjadi tempat yang disayang dan dirindukan. Membawa sukacita, membuat semua orang merasa ada di rumah, nyaman dan tenteram.” Continue reading →

Bakti Budaya Pakpak Bharat “Menumbuhkan Cinta terhadap Budaya & Gereja”

Mgr Anicetus Sinaga OFM Cap turut dalam pawai budaya bersama beberapa Imam (Copyright: Komsos KAM)

SALAK, Menjemaat – Gereja Katolik Paroki Sta. Lusia – Salak, Minggu (21 Juli), menyelenggarakan Bakti Budaya Pakpak Bharat 2018. Acara yang dipadukan bersama Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat ke-XV, dimulai dengan pemberkatan gedung Pastoran Paroki Salak, kemudian kirab ribuan umat Paroki Salak dari Pastoran menuju Lapangan Napasengkut.

Pastor di Paroki Salak, RP. Kardiaman Simbolon O.Carm, kepada Menjemaat menjelaskan, latar belakang kirab budaya adalah rendahnya apresiasi generasi muda akan budaya-nya. “Bahkan generasi milenial banyak yang beranggapan bahwa warisan budaya merupakan sesuatu yang ketinggalan zaman; bahkan tak sedikit yang menyebutnya kolot,” ujarnya.

“Sementara, Konsili Vatikan II dalam dokumen Lumen Gentium juga berkata, “Gereja, di sepanjang zaman dan dalam pelbagai situasi, telah memanfaatkan sumber-sumber aneka kebudayaan, untuk menyebarluaskan dan menguraikan pewartaan Kristus kepada semua bangsa, untuk menggali dan makin menyelaminya, serta untuk mengungkapkannya secara lebih baik dalam perayaan liturgi dan dalam kehidupan jemaat beriman yang beraneka ragam”(LG.art. 9),” imbuh Pastor Kardiaman. Continue reading →

KAM YOUTH DAY ke-IV 2018 MENGGULIRKAN ‘SUKACITA MENGHIDUPI INJIL DALAM KEMAJEMUKAN’

Pelepasan merpati oleh Mgr Anicetus bersama Tokoh Gereja dan Masyarakat (Copyright: Panitia KYD 2018)

Gema perhelatan Keuskupan Agung Medan (KAM) Youth Day ke-IV 2018, akhirnya berkumandang di Kevikepan Aek Kanopan, selaku tuan rumah. Pertemuan Orang Muda Katolik se-KAM ini telah lama bergulir dengan nama berbeda. Yakni, Jambore Mudika, hingga Mgr Cup. Namun, tajuk ‘Youth Day; mulai disandang sejak tahun 2005, sebagaimana dituturkan Ketua Komisi Kepemudaan KAM (pada masa itu), RP. Hendra Gimawan OSC.

 

Temu Kaum Muda Katolik se-KAM perdana digelar di Taman Jubelium GBKP, Sibolangit pada tahun 2005, dengan tema: ‘Bangkit dan Bergeraklah’. Pada 2008, agenda senada diadakan di Lapangan Rindam Pematangsiantar. Pada event inilah awal digunakannya istilah KAM Youth Day, sebagai pertemuan akbar orang muda Katolik se-KAM.

Selang enam tahun kemudian, KAM Youth Day III (26-29 Juli 2014) kembali digelar. Di mana Paroki Pangururan menjadi tuan rumah. Sekira 2.000 OMK, Pendamping dan Undangan dari 49 Paroki se-KAM turut dalam acara akbar bertema: “Duc in Altum: Bertolak ke Tempat Lebih Dalam“. Uskup Agung Medan, Mgr. Anicetus Sinaga OFM Cap turut mencetuskan program Mega Bina Kaum Muda se-KAM, termasuk Deklarasai OMK KAM 2014.

 

Meneruskan Pesan Temu OMK Tingkat Dunia, Asia dan Indonesia

“Kegiatan KAM Youth Day IV jelas menjadi kesempatan istimewa bagi para Orang Muda Katolik se-KAM untuk berjumpa, mendalami iman dan memaknai kebersamaan serta mendapat perutusan. Kali ini mereka diharapkan menjadi Pejuang Kerukunan dan Perdamaian di tengah kemajemukan SARA di Sumut dan Indonesia,” tutur Ketua Komkep KAM, RP Alexander Silaen OFM Cap, sebagaimana dikutip dalam guide book KAM Youth Day IV 2018.

Kegiatan OMK tingkat dunia teranyar digelar di Krakow – Polandia pada 2016 lalu. Sementara, di tingkat nasional atau Indonesian Youth Day (IYD) berlangsung di Keuskupan Manado pada tahun yang sama. Bagi OMK Indonesia kegiatan ini meninggalkan kesan dan pesan yang mendalam untuk bersukacita menghidupi Injil dalam konteks kemajemukan Indonesia.

Dalam perhelatan Asian Youth Day 2017 lalu, mengajak kaum muda hidup dalam sukacita menghidupi Injil dalam kemajemukan Asia. Continue reading →

Kongregasi Klaris Kapusines Rayakan Pesta Perak Biara St. Klara Sikeben

Mgr Anicetus Sinaga berfoto bersama para Imam dan Suster Klaris usai misa syukur pesta perak Biara St Klara Sikeben – 1

Kongregasi Suster Ordo Sanctae Clarae Capuccinarum (OSC Cap), Sabtu (26/8/2017), menghelat perayaan syukur “25 Tahun Biara St. Klara Sikeben” di Sikeben, Paroki Sang Penebus – Bandar Baru. Uskup Agung Medan, Mgr. Anicetus B. Sinaga OFM Cap memimpin misa pesta perak ini – yang diikuti puluhan Imam, Biarawan/ Biarawati dan umat dari lintas daerah.

Mgr. Anicetus mengucapkan selamat dan syukur atas 25 tahun peziarahan warta Injil oleh Kongregasi Suster Klaris Kapusines di Sikeben. “Biara St. Klara Sikeben kini sudah berziarah selama dua puluh lima tahun dengan menjaga dan melestarikan warisan St. Klara ini. Suster Klaris menghadirkan kekayaan Gereja di dunia nyata kita ini. Biara dan seluruh perjalanan hidup harian yang ditekuni di tempat ini adalah warta Injil yang kaya makna dan mendalam,” ujarnya.

Uskup juga menyatakan syukur atas panggilan dan ketekunan para Suster Klaris mendoakan Keuskupan Agung Medan. “Doa-doa dari para biarawati di Biara Sikeben turut menguatkan para Imam dan Pemuka Gereja dalam pelayanan. Panggilan ini merupakan ‘jantung Gereja’. Tersembunyi, tetapi merupakan organ yang sangat penting,” katanya. Continue reading →