Gallery

Fr. Heru: Jadi Penulis Itu Mengasyikkan!

Fr Nicolaus Heru
Fr Nicolaus Heru (dok. Pribadi)

Komsoskam.com – Medan, Fr. Nicolaus Heru Andrianto sedang menekuni panggilan sebagai calon imam diosesan untuk Keuskupan Tanjungkarang, di Seminari Tinggi St Petrus Pematangsiantar.  Saat ini masih menempuh pendidikan Teologi di STFT St Yohanes Pematangsiantar.  Di sela-sela aktivitas studi, menikmati dunia tulis-menulis ke beberapa media, lokal dan nasional. Baginya menulis adalah salah satu sarana merawat keabadian.

“Menjadi penulis itu mengasyikkan. Saya mendapat banyak sahabat dengan menulis, meski belum bertatap muka. Namun saya meyadari jaringan persaudaraan juga diperluas. Dengan menulis ide-ide senantiasa mengalir. Sebab saya pernah mencoba untuk tidak menulis, justru ide juga serasa sirna dari keseharian. Maka untuk menjaga hal itu saya akan terus menekuni dunia tulis menulis,” katanya kepada Komsoskam.com via Whatsapp, Senin (24 Oktober 2019).

Saat ini, Fr. Heru dipercaya mengemban peran Pemimpin Redaksi Majalah Petra. “Ini adalah majalah komunikasi yang diterbitkan oleh Seminari Tinggi St. Petrus Pematangsiantar untuk media pewartaan dan sarana berefleksi bagi para frater, calon imam diosesan region Gerejawi Sumatera,” ucapnya.

Dia menjelaskan, majalah Petra mencoba eksis di tengah gencarnya media online yang setiap saat diakses. “Media ini terbit triwulan sekali. Kendati masih dalam bentuk media cetak, media ini menjadi wadah yang hendak dikembangkan sebagai sarana pastoral menyapa umat Allah. Tema yang disajikan juga tidak hanya seputar Seminari, melainkan Gereja Universal dalam segala dinamikanya.”

Bagi Calon Imam Diosesan Keuskupan Tanjung Karang tersebut, Majalah Menjemaat sebagai media komunikasi di Keuskupan Agung Medan memberi warna tersendiri bagi para frater di Seminari Tinggi.

“Kehadiran Menjemaat juga menambah kekayaan pengetahuan bagi para frater terkait majalah lokal yang harus disimak dan dibaca, apalagi sebagai calon imam diosesan yang akan berkarya di keuskupan. Mengapa demikian? Majalah menjemaat juga mengulas situasi dan peristiwa yang terjadi di seputar keuskupan Medan.  Maka informasi dari media ini harus dibaca dan disadari sebagai bentuk kecintaan terhadap keuskupan dan pastoralnya bagi umat Allah,” imbuh Fr. Heru.

Menurutnya, meski di tengah perkembangan media online, media cetak hendaknya tetap berjuang untuk tetap eksis. “Memang ini menjadi tantangan tersendiri bagi semua pengelola. Namun kita patut bersyukur dengan media semacam ini kita bisa menyapa banyak umat yang ada di berbagai tempat.”

Melalui Komsoskam.com, Fr. Heru juga berbagi kata mutiara yang selalu dia tularkan dalam berbagai kesempatan. “Tarikanlah pena kehidupanmu dan buatlah dunia tersenyum. Ini menjadi usaha dan daya juang, agar setiap peristiwa menjadi sarana pewartaan, lebih-lebih hal baik yang kiranya bisa memberi pengaruh positif demi kemajuan banyak orang, juga dunia. Bagi orang muda di mana saja Anda berada, ringankanlah tangan Anda menorehkan sejarah keabadian dengan menulis,” pungkasnya.

(Ananta Bangun)

Gallery

Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan Belajar Jurnalistik Media Online

Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan diabadikan bersama narasumber
Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan diabadikan bersama narasumber

Komsoskam.com – Medan, Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAM memandu Training Jurnalistik Media Online bagi aktivis komsos di Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, Medan. Kegiatan pembekalan, pada Minggu (20 Oktober 2019), diikuti puluhan umat setempat dan Vikaris Parokial, RP. Yanuarius Tarsik Berek, OFM Conv.

“Kegiatan ini penting dan baik untuk kita pelajari, tidak hanya untuk pengembangan website paroki, namun juga mengasah keahlian komunikasi sosial dan katakese di kalangan umat. Khususnya para aktivis komunikasi sosial di paroki ini. Teknologi komunikasi dan informasi amat relevan dalam upaya pastoral,” ujar Pastor Yan memberi motivasi dan kata pembukaan.

Ada tiga sesi dipaparkan dalam training, yakni: pemahaman dasar tentang komsos, praktik jurnalistik dan penentuan rencana tim aktivis komsos Paroki Padang Bulan ke depannya.

“Sejak pengenalan dekrit Inter Mirifica sebagai akar mula pastoral Komunikasi Sosial. Gereja telah membaca tanda zaman, termasuk perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk lahan pastoral. Alkitab sendiri termasuk salah satu media komunikasi sosial yang membantu pewartaan hingga sampai ke tempat kita saat ini,” ujar staf Komsos KAM, Ananta Bangun saat mempresentasikan materi pemahaman dasar mengenai komunikasi sosial. Continue reading

Gallery

Paroki Padang Bulan Gelar Pelatihan Menulis dan Manajemen Media Online

Ananta Bangun memberi materi mengenai Karakter Media Online bagi Umat Paroki Padang Bulan
Ananta Bangun memberi materi mengenai Karakter Media Online bagi Umat Paroki Padang Bulan (Foto: Eva Barus)

Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, Medan, pada Minggu (1 September), menghelat Pelatihan Menulis dan Manajemen Media Online. Training ini menghadirkan narasumber dari Komisi Komunikasi Sosial – Keuskupan Agung Medan (KAM), Ananta Bangun. Sekira 30 umat dari kategorial dan seksi Komsos masing-masing stasi turut serta dalam kegiatan ini.

“Ada dua keahlian hendak kita pelajari bersama dalam pelatihan ini. Yakni, kemampuan menulis artikel yang umum diterbitkan dalam media online. Serta bagaimana menata hirarki pengguna media online (user), agar perannya tidak tumpang tindih,” ujar Ananta.

Peserta antusias mengikuti setiap sesi praktik, menandakan kesungguhan untuk terlibat dalam membangun website Paroki Padang Bulan. “Pelatihan ini sengaja kita gelar, sebagai langkah mula peluncuran website paroki kita,” kata Susan Bangun, salah seorang pengurus DPP di Paroki Padang Bulan. Dia menambahkan, serangkaian kegiatan pelatihan dan diskusi serupa akan segera menyusul.

Koordinator Kerygma Paroki Padang Bulan, Fr. Norbert OFMConv. memberi apresiasi atas pelatihan ini. Menurutnya, pembuatan website ini juga menandai langkah Paroki Padang Bulan dalam menjawab perubahan zaman. “Saya berharap seluruh kegiatan pembuatan website Paroki Padang Bulan ini berjalan dengan baik. Tentunya dengan harapan, kelak bisa seiring dengan perayaan HUT paroki kita,” ucapnya sebelum membawakan doa penutup.

 

(Eva Susanti Barus)

/// ditulis untuk majalah resmi Keuskupan Agung Medan, MENJEMAAT