Gallery

Betlehem Ketaren: Semakin Larut dalam Karya Pastoral Komunikasi Sosial

Betlehem-Ketaren-dan-Istri-mengapit-Mgr-Kornelius-Sipayung
Betlehem Ketaren dan Istri mengapit Mgr Kornelius Sipayung (dok. Pribadi)

Mengangkat batu dari sungai guna pembangunan gereja itu mulia. Berbicara jelas guna pengembangan Gereja itu juga tak kalah mulianya. Namun bila kita diberi minat menulis, mengapa tidak? Mari mulai menulis, kalau tidak sekarang kapan lagi?” Demikian satu kata mutiara dituturkan oleh Betlehem Kataren dalam satu bincang dengan Komsoskam.com, Sabtu (2 November 2019), via media sosial.

Suami dari Helpina br. Tarigan, mengaku telah lama gemar akan dunia ‘membaca’ dan ‘menulis’. “Hobi tersebut menjadikan saya selalu mendapat rangking sewaktu bersekolah, saya juga mudah menuangkan isi hati dan buah pikiran, semisal: puisi, anekdot, berita maupun artikel. Di samping itu, kegemaran ini juga memudahkan saya bergaul dengan banyak orang,” ujar ayah dari Yolanda Sanjelitha br. Ketaren, Yoga Makarios Ketaren, Yosef Virgious Ketaren dan Yoandectus Ketaren.

Betlehem sehari-hari mengemban peran sebagai sekretaris DPPH St. Fransiskus Assisi Berastagi. Di ranah yang sama, dia juga dipercaya membantu pastor sebagai katekis dan koordinator Katekese Persiapan Perkawinan. “Saya juga mengampu sekretaris Yayasan Pusaka Karo. Selain itu, juga menjadi anggota Sinode VI KAM, dan selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan komisi-komisi: KOMKAT, KKS, KOMKEL, PSE, KOMEV dan terlebih juga KOMLIT di bagian Misale Romawi Karo,” imbuhnya.

Di tengah seabrek kegiatan tersebut, eks Dosen di Universitas Quality ini juga mengisi posisi Redaktur Pelaksana majalah KAM berbahasa Karo, Ralinggungi. “Disamping semua kegiatan-kegiatan itu semua, untuk menyekolahkan anak-anak dan menyejahterakan keluarga, saya bercocok tanam berbagai jenis bunga Krisan serta juga tanaman-tanaman hortikultura.”

Walau mulanya gagap dalam bidang komunikasi sosial, Betlehem tak patah arang untuk mempelajarinya. Malah, dirinya semakin larut dalam karya pastoral ini. “Ketika mulai kuliah di luar Sumatera Utara, saya sangat menyadari kekurangan saya di bidang komunikasi sosial. Ketika disuruh diskusi kelompok apalagi membuat tugas kelompok, saya selalu kewalahan sebab merasa kurang sekali membenahi diri di bidang yang satu ini,” katanya. Continue reading

Gallery

Kelas Literasi Pacu Novis KSSY Hasilkan Karya Tulis

Kelas Literasi yang telah diadakan di Novisiat KSSY Medan
Kelas Literasi yang telah diadakan di Novisiat KSSY Medan

Sr. Kornelia Tumanggor KSSY, merupakan formator di Novisiat KSSY Medan. Sejak Juli 2019, Suster Kornel dan Komisi Komsos KAM menginisiasi Kelas Literasi bagi Novis KSSY. Kelas ini utamanya mengajarkan keahlian berkomunikasi di bidang menulis dan presentasi.

“Sungguh menyenangkan mengikuti perkembangan para Novis dalam Kelas Literasi. Sebelumnya, para novis merasa enggan jika diserahi tugas menulis karena minimnya penguasaan bahasa baku. Mungkin ada juga pengaruh kebiasaan bertutur di aplikasi bincang daring hingga SMS. Namun kini mereka semakin semangat menulis,” terang biarawati asal Salak, Pakpak Bharat.

Dampak baik lainnya, menurut Suster Kornel, adalah keteraturan tata bahasa. “Dari angkatan novis sebelumnya, ada yang malas menuliskan pengalaman hidupnya setiap hari. Sekarang, mereka telah mengetahui kiat menulis yang baik. Sehingga sekarang ada kemajuan dan cara penulisan makin terarah lebih baik,” ucapnya kepada Komsoskam.com di Medan, Jumat (18 Oktober 2019). Continue reading

Gallery

Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan Belajar Jurnalistik Media Online

Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan diabadikan bersama narasumber
Aktivis Komsos Paroki Padang Bulan diabadikan bersama narasumber

Komsoskam.com – Medan, Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAM memandu Training Jurnalistik Media Online bagi aktivis komsos di Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, Medan. Kegiatan pembekalan, pada Minggu (20 Oktober 2019), diikuti puluhan umat setempat dan Vikaris Parokial, RP. Yanuarius Tarsik Berek, OFM Conv.

“Kegiatan ini penting dan baik untuk kita pelajari, tidak hanya untuk pengembangan website paroki, namun juga mengasah keahlian komunikasi sosial dan katakese di kalangan umat. Khususnya para aktivis komunikasi sosial di paroki ini. Teknologi komunikasi dan informasi amat relevan dalam upaya pastoral,” ujar Pastor Yan memberi motivasi dan kata pembukaan.

Ada tiga sesi dipaparkan dalam training, yakni: pemahaman dasar tentang komsos, praktik jurnalistik dan penentuan rencana tim aktivis komsos Paroki Padang Bulan ke depannya.

“Sejak pengenalan dekrit Inter Mirifica sebagai akar mula pastoral Komunikasi Sosial. Gereja telah membaca tanda zaman, termasuk perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk lahan pastoral. Alkitab sendiri termasuk salah satu media komunikasi sosial yang membantu pewartaan hingga sampai ke tempat kita saat ini,” ujar staf Komsos KAM, Ananta Bangun saat mempresentasikan materi pemahaman dasar mengenai komunikasi sosial. Continue reading

Gallery

Warisan Semangat Pastoral Komunikasi Sosial dari Dekrit Inter Mirifica

dokumen Inter Mirifica lahir dari Konvisi Vatikan II
dokumen Inter Mirifica lahir dari Konvisi Vatikan II

Di antara penemuan yang mengagumkan. Demikian lah frase awal dari Dekrit Inter Mirifica (4 Desember 1963), salah satu dokumen Konsili Vatikan II, yang dinamakan sesuai penggalan awal paragraf pembukanya.

Frase tersebut adalah ungkapan kagum atas kemampuan teknologi komunikasi dan informasi di zaman Konsili Vatikan II. Di antaranya: telepon, radio, media cetak (seperti koran dan majalah), hingga televisi hitam-putih. Ya, benar. Bahkan pada masa itu, para bapa konsili telah membaca tanda zaman, secara khusus perihal teknologi tersebut.

Kekaguman tersebut atas kemampuan teknologi komunikasi dan informasi menembus batas waktu dan tempat, hingga daya-nya untuk menggerakkan massa (sejumlah besar insan). Sebab kemampuan itu, Gereja kemudian mencetuskan istilah ‘Komunikasi Sosial’. 

Dan, atas dasar itu juga, Inter Mirifica dibuat. Yakni, pada upaya-upaya komunikasi sosial yang pada hakikatnya mampu mencapai dan menggerakkan bukan hanya orang perorangan, melainkan juga massa.

Gereja menyadari bahwa media komunikasi sosial dapat bermanfaat untuk mewartakan kabar gembira, terutama bila digunakan secara tepat. Namun Gereja juga cemas apabila manusia cenderung menyalahgunakannya. Media berwajah ganda. 

Gereja memandang sebagai kewajibannya, untuk juga dengan memanfaatkan media komunikasi sosial menyiarkan Warta Keselamatan, dan mengajarkannya, bagaimana manusia dapat memakai media itu dengan tepat.

Konsili mendukung sepenuhnya perhatian dan kewaspadaan Paus dan Uskup dalam perkara yang penting ini. Sekaligus percaya bahwa ajarannya akan berguna, tidak hanya bagi umat Katolik tetapi juga bagi masyarakat umum. Continue reading