PROFIL PAROKI ST. MONIKA- TIGANDERKET


1. SEJARAH PAROKI TIGANDERKET

Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Anicetus B. Sinaga, lewat Surat Keputusan No.: 200/PAR/TN/KA/V/2013 tertanggal 29 Mei 2013, menetapkan pendirian Kuasi Paroki Tiganderket, berkedudukan di Desa Tanjung Merawa, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, kode pos 22154. Pelindung Paroki Tiganderket adalah St. Monika.  Kuasi Paroki Tiganderket adalah pemekaran dari Paroki St. Petrus dan Paulus Kabanjahe, Kabupaten Karo. Sesuai dengan Ketentuan Pelaksanaan Reksa Pastoral Keuskupan Agung Medan KPRP KAM.

Menurut penyelidikan arsip-arsip di Keuskupan Agung Medan, pada masa jabatan Mgr. Pius Datubara, OFMCap. (1975-2009) sudah dipikirkan untuk mendirikan satu paroki lagi di kaki Gunung Sinabung dengan pusat paroki Batukarang. Karena itu, Saudara Dina Konventual diundang untuk observasi dan berpendapat bahwa pusat paroki cocok di Batukarang.

Pendirian baru terealisasi pada masa jabatan Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap. (2009-2019), yaitu berdirinya Kuasi Paroki Santa Monika Tiganderket pada 29 Mei 2013, yang dimekarkan dari Paroki Santo Petrus dan Paulus (SPP). Kuasi Paroki ini mendapat status hukum sebagai Paroki Santa Monika Tiganderket sejak 31 Juli 2018.

Alasan Pendirian di Tiganderket. Pertama, alasan sejarah. Tiganderket adalah salah satu dari stasi tertua (1953), sesudah Gurukinayan (1951) di wilayah kaki Gunung Sinabung. Baptis pertama di stasi Tiganderket, yang dicatat dalam Liber Baptisatorum tahun 1963. Data sejarah ini boleh menjadi alasan bahwa Tiganderket merupakan induk bagi stasi-stasi lain di sekitarnya. Kedua, Tiganderket merupakan pusat keramaian utama di kaki Gunung Sinabung. Sekali seminggu, pada Kamis ada pekan di Tiganderket. Ketiga, potensi perkembangan Tiganderket semakin nampak dengan dibangunnya fasilitas pemerintahan di wilayah ini, seperti Polsek, Koramil, Puskesmas, Bank, Sekolah SD-SMP-SMA. Ini semua menjadi pertanda bahwa masyarakat sekitar pun akan semakin sering datang ke Tiganderket, entah karena urusan kantor, urusan paroki atau urusan pekan (pasar). Hal ini tidak ditemukan di Batukarang. Meski harus diakui bahwa di Batukarang sumber daya manusia lebih memadai daripada di Tiganderket. Batukarang nampaknya lebih siap. Keempat, alasan-alasan ini juga didukung oleh Ketentuan Pelaksanaan Reksa Pastoral (KPRP) KAM, yang menyebutkan, “Hendaknya dalam menentukan batas-batas paroki teritorial sedapat mungkin diindahkan batas-batas wilayah pemerintahan dan hal-hal praktis lainnya, termasuk kemudahan transportasi. Penentuan batas ini dimaksudkan demi kepentingan pelayanan umat beriman, tanpa pengecualian kemungkinan pelayanan lintas paroki” (KPRP 2018:54).

Kuasi Paroki Santa Monika Tiganderket berkedudukan di Tanjung Merawa Kecamatan Tiganderket. Direncanakan augurasinya September 2013. Tetapi karena gangguan letusan Gunung Sinabung, pesta augurasi baru bisa terlaksana 25 Mei 2014.

2. Kapusin Melayani Paroki Tiganderket

Dari rencana awal tidak ada pemikiran bahwa Saudara Dina Kapusin (OFMCap.) akan melayani di Tiganderket. Karena itu Saudara Dina Konventual (OFMConv.) diundang untuk meninjau wilayah kaki Gunung Sinabung dengan calon pusat parokinya adalah Batukarang (Wawancara dengan RP Leo Joosten, OFMCap., 24 Februari 2020). Rencana ini kemudian berubah dengan dikeluarkannya surat Akselerasi Realisasi Kuasi Paroki Tiganderket, No:431/PAR/SPP.K/KA/2013, 26 Agustus 2013 oleh Mgr. Anicetus B. Sinaga. Dalam poin 1.4. surat itu dikatakan, “… tenaga awal untuk Tiganderket adalah Kapusin dari Berastagi…” Dan lewat suratnya bulan Mei 2013 kepada Minister Provinsial Kapusin, Mgr. Anicetus Sinaga telah meminta kesediaan Kapusin untuk melayani Kuasi Paroki Tiganderket.

Lalu dalam rapat Kevikepan St. Jakobus Rasul Kabanjahe, di Kabanjahe, 10 September 2013, Minister Provinsial Kapusin, Sdr. Emmanuel Sembiring, OFMCap. mengatakan, “Bapak Uskup telah mengharapkan supaya Kapusin melayani paroki baru itu. Setelah surat Bapak Uskup bulan Mei 2013 kami terima, sejak saat itulah kami mulai bergerak membicarakannya dengan semua saudara Kapusin. Secara resmi surat Uskup itu belum kami jawab, karena masih dalam proses, maka Kapusin belum sungguh mengatakan “ya” atau “tidak”. Pekerjaan tetap berjalan demi memutuskannya. Dan proses untuk menjawab belum selesai. Karena kami anggap keputusan ini sedemikian penting, maka kami perlu seserius mungkin menanggapinya walaupun terasa menjadi lambat.”

3. Pastor Yang Bertugas

Sejak Pembukaan Kuasi Paroki, Kuasi Paroki ini sudah dilayani oleh Para saudara Kapusin yaitu sejak 2013 hingga 2020. Saudara Kapusin pertama yang bertugas disini  adalah: Sdr. Liberius Sihombing (2013- Juli 2016) sebagai parokus, Sdr. Ferdinan Lister Tamba (2013-2014) sebagai pastor rekan. Kemudian Sdr. Ferdinan Lister Tamba digantikan oleh Sdr. Ramses Nainggolan (2014-2018). Lalu Sdr. Evangelis Pardede sebagai parokus (2016-sekarang) menggantikan Sdr. Liberius Sihombing dan Sdr. Saritua Celes Sinaga (2018-sekarang) menggantikan Sdr. Ramses Nainggolan.

4. Pemekaran Stasi

Pada tanggal 21 Oktober 2018 berdiri Stasi Tanjung Merahe, pemekaran dari Liang Merdeka. Kemudian dengan pemekaran desa Batukarang jadi dua desa, maka stasi St. Petrus- Batukarang dimekarkan kembali dengan No: 330/KAM/PSM/PST/SK/VII/2019.

5. Pesta-pesta Peringatan

a. Pesta Lembanga Hidup Bakti

Pesta Lembanga Hidup Bakti dilaksanakan pada tanggal 12-13 Desember 2015 di Losd Tiganderket yang dihadiri komunitas religius yang ada di daerah kab. Kabanjahe. Semua peserta anggota hidup bakti tinggal di rumah-rumah umat. Pada malam hari dilaksanakan kegiatan aksi panggilan yang dihadiri orang muda katolik dan umat.

b. Minggu Evangelisasi KAM

Dalam rangka merayakan minggu misi KAM, maka pada tanggal 29 Oktober 2017 dilaksanakan minggu misi di losd Tiganderket. Perayaan ini dimeriahkan dengan pertandingan Kaum Bapa se Vikariat dan pertandingan tari persembahan.

c. Peresmian Gereja.

1. Peresmian Gereja Santo Feliks Cantalice Jandi Meriah

Pada tanggal 26-27 Nov 2016 Gereja Santo Feliks Cantalice diresmikan oleh Uskup Emeritus, Mgr. A. Pius Datubara, OFMCap. Perayaan ini diisi dengan perlombaan masak-memasak antar stasi dan juga krisma se-paroki.

2. Peresmian Gereja Santo Benediktus Kuta Gerat.

Perayaan peresmina  gereja santo Benidiktus Kuta Gerat dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2017. Perayaan ini dilaskanakan sekaligus dalam rangka perayaan Natal Rayon Santo Antonius Padua Negeri Jahe. Perayaan ini dipimpin oleh Vikep Karolus Sembiring OFMCap.

3. Peresmian Gereja Santo Kletus Selandi

Perayaan Peresmian gereja santo Kletus Selandi dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2018.  Perayaan ini dipimpin oleh Uskup Agung Medan, Mgr. B. Anicetus Sinaga, OFMCap sekaligus perayaan Krisma.

4. Perayaan Pesta Pelindung Paroki.

Perayaan Pesta Pelindung Paroki dirayakan pada tanggal 25 Agustus 2019 di Aula Paroki. Perayaan ini diikuti oleh Areka se-paroki.

6. Model Kerasulan

Model kerasulan dilaksanakan dengan melibatkan Tim Pastoral Paroki dan DPP. Tim Pastoral dan DPP setiap bulannya turun ke stasi-stasi untuk memberikan katekese langsung kepada umat. Pastor juga sekali sebulan tetap menginap di stasi-stasi.

7. Kursus-Kursus/Pelatihan

Kursus yang dilaksanakan di paroki, Kursus Pembinaan Pengurus separoki, Kursus Liturgi, Kursus kateketik dan Kursus Kitab Suci, Kursus pembina Asmika, kursus KEP, Kursus Pendamping OMK. Kursus ritus Perkawinan. Kursus Ibadat Sabda dan Ekaristi. Misa Sekolah dan Paskah sekolah.

8. Kemandirian Paroki

Sejak dimekarkan dari Paroki SPP- Kabanjahe, Paroki berusaha untuk menghidupi seluruh program yang direncanakan. Dapat dikatakan bahwa secara keuangan paroki sudah mandiri. Demikian juga dari segi kepegawaian, paroki sudah memiliki pegawai yang bertugas di kantor dan juga di pastoran. Maka dapat dikatakan secara administrasi paroki sudah melaksanakan sendiri tanpa terngantung dengan paroki asal.

9. Data Statistik Paroki Tiganderket

A. Data Statistik tahun 2020: KK. 1503/4785 jiwa.

B. Peta Paroki Keuskupan


C. Peta Pelayanan Paroki

1. Kecamatan Payung: Gurukinayan, Payung, Batukarang, Selandi.

2. Kecamatan Tiganderket: Tanjung Merawa, Mardinding, Sukatendel, Jandi Meriah, Tanjung Pulo.

3. Kecamatan Kuta Buluh: Bintang Meriah, Kuta Buluh, Kuta Male, Mburidi, Buah Raya, Jinabun, Liang Merdeka, Tanjung Merahe, Rih Tengah, Ujung Deleng, Negeri Jahe, Gunung Meriah.

4. Kecamatan Tigabinaga: Limang, Kuta Gerat.

D. Dewan Pastoral Paroki Harian.

Ketua Umum   : RP. Evangelis Pardede, OFMCap.

Ketua              : RP. S. Celes Sinaga, OFMCap.

Pelaksana I      : Jun Martin Ginting

Pelaksana II    : Sudarmin Bangun

Sekretaris        : Thomas Bangun

W. Sekretaris   : Abdi Karya Kacaribu

Bendahara       : RP. S. Celes Sinaga, OFMCap.

W. Bendahara : Sortaulina br Lingga

Anggota          : Barta Milala, Suranta Ginting, Gabriel Ginting, Antoni Bangun, Bendahari Kaban, Muatsa br Karo.

E. Biarawan-Biarawati dari Paroki.

1. Sr. Maria Donafika br Surbakti SFD

2. Sr. Yoanetta KSYY

3. Sr. Maria Nella PI

Nama-nama Stasi, tahun berdirinya

NoNama StasiThn BerdiriJ.KKJ.Jiwa
AKecamatan Payung   
01Stasi Payung1966111337
02Stasi Batukarang19665121629
03Stasi Gurukinayan195156127
04Stasi Selandi196752160
BKecamatan Tiganderket   
05Stasi Tanjung Merawa/ Tiganderket1953178561
06Stasi Sukatendel19672269
07Stasi Mardingding198249173
08Stasi Jandi Meriah20151035
CKecamatan Kutabuluh   
09Stasi Bintang Meriah198936103
10Stasi Kutabuluh198345180
11Stasi Jinabun20022179
12Stasi Buah Raya198249165
13Stasi Kutamale19902467
14Stasi Mburidi20011759
15Stasi Liang Merdeka19911854
16Stasi Rih Tengah20012796
17Stasi Tanjung Merahe20181034
18Stasi Ujung Deleng19902784
19Stasi Negeri Jahe198587256
20Stasi Gunung Meriah198255180
21Stasi Tanjung Pulo198149164
DKecamatan Tigabinanga   
22Stasi Limang198286257
23Stasi Kuta Great19861346
 TOTAL 1.5544.915

Partisipasi Katolik

Kamis, 26 Agustus 2010, Gunung Sinabung diliputi asap hitam dan asap putih kelabu mengepul, disertai gempa. Hal ini terjadi pukul 20.33 wib dan 22.37 wib. Hari berikutnya, abu vulkanik dan batuan teralterasi termuntahkan dari Gunung Sinabung sekitar pukul 18.00 wib dan warga mulai mengungsi. Sabtu, 28 Agustus 2010 asap putih kelabu menyembur hingga ketinggian 20 meter, disertai gempa. Hal ini terjadi sekitar pukul 23.30 wib. Lalu Minggu, 29 Agustus 2010, lava, lahar panas dan abu menyembur hingga ketinggian 1.500 meter. Ini terjadi pukul 00.15 wib. Sebanya 12.000 warga dievakuasi dan mengungsi. Selain perubahan lingkungan, terjadi juga perubahan demografi bagi penduduk kecamatan-kecamatan di kaki Gunung Sinabung. Hal ini dapat kita lihat, misalnya dari berkurangnya umat Katolik Paroki Tiganderket dari tahun 2016 ke 2017 sebanyak 39,41%, yaitu dari 8.192 jiwa menjadi 4.963 jiwa. Mereka meninggalkan kampung halaman dan tinggal menetap di luar Paroki Tiganderket, termasuk di Siosar. Perhatian dalam bentuk bantuan materi datang dari berbagai orang dan organisasi, seperti Pemerintah, BNPB, PMI, Lipo Grup, Sidomuncul, Tolak Angin, Kodim, dan Paroki-paroki dari Keuskupan Agung Medan, dan kelompok religius. Lalu bantuan tenaga sukarela, juga disertai materi datang dari berbagai lembaga dan tarekat religius, secara khusus dari para Postulan Kapusin, para Frater Tahun Orientasi Rohani St. Markus Siantar, Novis Kapusin, Frater Kapusin, Suster-suster KYM, KSFL, SFD, SPSX, FSE, STP Bonaventura Delitua, dan STSP Siantar. Pada situasi bencana Sinabung ini, terjadi juga beberapa kegiatan untuk membantu masyarakat di wilayah Paroki Tiganderket. Bekerjasama dengan Carita PSE-KAM, pada 27 Mei 2014, Pastor Liber Sihombing mengantar bantuan sembako untuk pengungsi Mardinding di Tigabinanga. Pada 12 Juni 2014, Paroki Tiganderket bersama dengan Carita PSE-KAM membantu perbaikan seng atap rumah umat Katolik di Gurukinayan. Diserahkan pada waktu itu 210 lembar seng. Pada hari yang sama diadakan pelatihan dan pembagian bibit ternak, yaitu kambing dan ayam serta ikan ke desa Mardinding, dan Gurukinayan. Hal ini bisa terjadi berkat kerjasama paroki dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karo dan Carita PSE-KAM. Dan pada 30 Juni 2014 diserahkan bantuan seng sebanyak 364 lembar untuk umat Katolik di Payung dan Selandi.

Pada tahun 2015, Paroki Tiganderket bekerjasama dengan Carita PSE-KAM memberi bantuan kepada 145 anak sekolah di Stasi Mardinding dan Tanjung Merawa/Tiganderket. Kerjasama ini dilanjutkan dalam pembagian selimut, tikar, ambal ke posko Mardinding. Masih dalam tahun yang sama terjadi juga pengobatan gratis untuk pengungsi di posko Mardinding.

Pada 26 Februari 2016, Pastor Lieber Sihombing, Bapak Runtung Ginting dan beberapa OMK (Orang Muda Katolik) Paroki Tigabinanga membagikan masker untuk umat di Desa Tanjung Merawa/Tiganderket, Sukatendel, dan Janji Meriah. Bulan Oktober Paroki Tiganderket bersama dengan Ibu Ronauli Sagala dari Singapura mengantar bantuan sembako ke posko Mardinding. Pada 27 Desember 2016, di joglo Paroki Tiganderket dilaksanakan perayaan Natal pengungsi khusus umat Mardinding. Dan pada 29 Desember 2016, Paroki bekerjasama dengan Yayasan Strada Jakarta membagikan paket Natal kepada umat di Stasi Mardinding, Gurukinaya, dan Tanjung Merawa/Tiganderket.

Pada 16 Januari 2017, Paroki bekerjasama Yayasan Strada Jakarta membagikan paket Natal untuk para janda, duda, dan anak yatim piatu umat Stasi Tanjung Merawa/Tiganderket. Pada 25 April 2017, Paroki bersama Pastor Mikael Hutabarat, OFMCap., Bapak Indra dan mahasiswa STP St. Bonaventura mengunjungi masyarakat Sukatendel yang tinggal di Losd Sukatendel. Desa mereka dibanjiri oleh lahar dingin. Pada 5 Juni 2017, Paroki bersama JPIC Kapusin dan umat dari Paroki Katedral mengunjungi para pengungsi di posko Sukatendel dan membagikan sembako kepada mereka. Masih pada tahun ini, Paroki bekerjasama dengan Yayasan We Care Charity Group Jakarta mengunjungi dan membagikan sembako bagi masyarakat yang tinggal di posko Mardinding. Mewakili Yayasan We Care Charity Group Jakarta adalah saudari Meri Lim dan saudara Josua. Dan dari Paroki hadir Pastor Paroki dan beberapa OMK serta Sekretaris Paroki.

Pada 19 Februari 2018, setelah Gunung Sinabung meletus kembali, berkat komunikasi Kepala Desa Selandi, Bapak Panjang dengan Carita PSE-KAM, maka Carita PSE-KAM turun Desa Payung dan membagikan masker kepada umat. Pada kunjunga berikut 3 Maret 2018, Caritas PSE-KAM membagikan sembako ke umat di desa Selandi dan Payung. Karena sembakonya cukup untuk dibagi-bagi, maka umat di desa Sukatendel, Tanjung Merawa/Tiganderket, Mardinding, Jandi Meriah, dan Gurukinayan kebagian juga. Pada 24 Februari 2018, Pastor Guido Situmorang, OFMCap., Pastor Albinus Ginting, OFMCap., dan Pastor Raymond Simanjorang, OFMCap. berkunjung ke Paroki Tiganderket terkait letusan Gunung Sinabung. Mereka mewakili komunitas Helvetia membawa sedikit sembako dan dibagikan ke umat di stasi Selandi. Pada 8 April 2018, pengurus Sekami dari Paroki Padang Bulan berkunjung dan membagikan paket Paskah kepada Asmika di Rayon Theresia. Kunjungan ini mungkin karena komunikasi Bapak Sitanggang dari Stasi Jandi Meriah dengan Pengurus Sekami Paroki Padang Bulan. Kemudian pada 26 Agustus 2018, kelompok sosial GPS (Gerakan Peduli Sesama) St. Feliks Cantalice mengadakan pengobatan gratis di aula Paroki Tiganderket. Pengobatan gratis ini dibuat dalam rangka merayakan ulang tahun hidup membiara Pastor Jhon Rufinus Saragih, OFMCap., pembina GPS St. Feliks Cantalice. Acara dimulai dengan misa bersama dengan umat. Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Kelompok ini juga membuat bajar dengan harga yang terjangkau. Kegiatan pengobatan gratis ini diikuti oleh 2 rayon, yaitu Rayon St. Theresia dan St. Clara.

Pada Juli 2019, Paroki bekerjasama dengan kelompok Serikat Sosial Vinsencian Medan membagikan bibit kopi sebanyak 5000 batang kepada umat di Stasi St. Pio Payung. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan ekonomi umat. Sekitar awal Agustus 2019, Serikat Sosial Vinsencian membagikan bibit kopi kepada umat di Stasi Gurukinayan. Pada saat itu, bibit kopi yang dibagikan sebanyak 2000 batang. Paroki mengharapkan agar kerjasama ini tetap dipertahankan dan kedepannya dapat ditingkatkan lebih baik lagi. Dan 5 Agustus 2019, Ibu Lentina Sitinjak, dosen Pertanian Universitas Quality Medan mengadakan penyuluhan pertanian di ladang Bapak Gabriel Ginting di Desa Selandi.

Pelayanan Khas Paroki.

1. Komuni Lansia setiap hari senin pagi.

2. Pesta Panen yang diperuntukkan sebagai tanda penghargaan kepada pengurus gereja

artikel ditulis Pastor Evangelis Pardede OFM Cap | foto dan video adalah milik Paroki Sta. Monika Tiganderket

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.