Mengapa Menulis?


Kita sering bertanya: “Mengapa (harus) menulis?”, walau sebenarnya kita sering menulis dalam keseharian.

Semisal, menulis daftar belanja, mengirim pesan dari gawai, hingga sekedar merunut beberapa gagasan di selembar kertas.

Menulis, tanpa disadari, adalah kiat komunikasi yang kita batasi dalam sifat yang remeh saja. Seperti contoh disebut tadi.

Padahal, dengan menulis, gagasan baik yang kita miliki mudah disebar ke banyak orang, dia bisa abadi untuk diwariskan turun-temurun, bahkan jadi rujukan tetap.

Bayangkan jika kita harus mengulang-ulang penjelasan dari ide cemerlang secara lisan. Pemaparan itu sangat mungkin berubah dan rumit untuk dipahami.

Karena bisa dibaca dan dipelajari secara mendalam, ide tulisan bisa diperdebatkan. Maka ini menjadikan si penulis bertanggungjawab. Penulis yang gemar menyebar kabar bohong akan segera ditinggal audiens nya. Siapa yang mau ‘menelan’ tulisan bohong?

Maka, hayuk coba menuliskan gagasan milik kita. Sebagai permulaan belajar mempengaruhi dan mendorong dunia yang lebih baik. Bisa jadi, itu hanya soal menghemat uang belanja, kebersihan lingkungan, dan usulan lain yang semakin hebat.

Namun bagai sekumpulan titik, tiap-tiap hasil tulisan ini akan membuat Anda sebagai pribadi luar biasa di tengah sesama.

Mari menulis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.