Umat Tak Punya Minat Baca (catatan #2)


Ketua STP Deli Tua Paulinus Tibo membaca majalah Menjemaat (Copyright: Komsos KAM)

Sepertinya sungguh lama jarak waktu untuk kelanjutan tulisan ini. Semoga bisa dilanjutkan dengan teratur.

Aku sengaja membuatnya seringkas mungkin per catatan, agar mudah menyerap dan memahaminya.

Aku kira membaca adalah bagian dari hidup manusia. Penemuan huruf lah yang mencipatakan masa ‘sejarah’. Sebelum mengenal huruf/ tanda baca lazim disebut ‘pra sejarah’.

Membaca tulisan sama dengan merawat sejarah itu sendiri. Mari perhatikan, sejarah mana yang terpelihara dengan cara ‘lisan’ atau ‘omongan’. Jika pun masih ada, besar kemungkinan sudah berubah-ubah.

Di ranah Gereja Kristen sendiri, tanpa adanya Alkitab, tentu sungguh sulit mewartakan sabda Allah. Bagaimana para misionaris dahulu mendorong umat agar takzim membaca Kitab Suci? Bagaimana jika menyerah dan berujar dengan sesamanya: “Umatu di sini tak punya minat baca”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.