Setiap Pegawai KAM Dipanggil untuk Pelayanan Sebagai Garam & Terang di Keuskupan


Rekoleksi Pegawai KAM di Brastagi

Rumah Retreat Samadi Maranatha, Berastagi menjadi tempat berlangsungnya Rekoleksi Pegawai Keuskupan Agung Medan (KAM) pada tahun ini. Sebanyak 80 personil keuskupan bersua dan menyerap ilham baru untuk meningkatkan kinerja serta spirit karya di komisi maupun unit masing-masing, selama Kamis-Minggu (4-7 April).

Ekonom KAM, RD. Moses Tampubolon menyajikan materi perihal value (nilai) hendaknya dimiliki setiap pegawai KAM. “Dengan value yang kuat, pegawai KAM bisa menggenjot kinerjanya. Adapun value yang saya paparkan ini bisa disingkat sebagai THE BEST (Teamwork, Holliness, Excellence, Balance, Effectiveness & Efficiency, Satisfaction, Trustworthy,” terang Pastor Moses.

Sementara RD. Jusup Warsito mendorong pegawai KAM berkenan menjadi pelayan yang rendah hati dalam peran dan tanggung-jawabnya. “Setiap personil atau pegawai KAM mendapat panggilan untuk pelayanan sebagai garam dan terang di keuskupan,” ujar Imam Projo Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di STSP Pematangsiantar.

Menurutnya, pegawai KAM menjalani makna peran “dipilih – diberkati – dipecah-pecah – dibagi.”

Seluruh peserta rekoleksi menikmati sesi rekreasi di Stasi Tongging, sembari menikmati pemandangan Danau Toba. Para pegawai KAM kembali ke komisi/ unit pada Minggu (7 April), setelah menimba inspirasi dan menyegarkan kembali jasmani.

(Ananta Bangun)

Comments are closed.