Tatkala Penulis Terkena Penyakit ‘Writer’s Block’


dipinjam dari: http://www.pexels.com

Writer’s block adalah ‘penyakit’ yang paling ditakuti penulis. Sebab ketika dilanda ‘penyakit’ ini, gagasan sang penulis mandek. Tidak satu pun kata atau kalimat mengalir untuk digores di kertas atau diketik via papan tuts. Bila sudah mengalami tulah seperti ini, kemanakah sang penulis hendaknya mengadu?

Sebagaimana hal nya tatkala berobat ke klinik, dokter tentu akan mencari tahu penyebab munculnya penyakit. Ini lah pertama yang patut kita ketahui sebagai insan yang “terkutuk” sebagai penulis.

Molly Cochran, penulis trilogi novel The Forever King, mengatakan bahwa writer’s block bisa muncul karena lima sebab, antara lain:

  • Tak ada inspirasi. Kamu tidak tahu apa yang harus kamu tulis.
  • Keragu-raguan. Kamu tahu apa yang ingin kamu tulis, tapi bingung bagaimana cara menyampaikannya.
  • Perfeksionisme. Kamu terlalu khawatir akan kualitas tulisanmu, sehingga terus-menerus merevisi tanpa menulis hal baru.
  • Opini orang. Kamu takut para pembaca akan mengkritisi karyamu, atau tidak menyukainya.
  • Performa. Meski kamu merasa ide tulisanmu bagus, kamu takut ide tersebut tidak bisa menghasilkan uang.

Kabar baiknya adalah writer’s block hal lazim dialami setiap penulis. Termasuk bagi insan yang mendadak harus menulis, seperti halnya menulis skripsi.

Patut diketahui bahwa tidak ada ide yang benar-benar asli karya pemikiran sendiri. Gagasan tersebut lahir dengan banyak membaca tulisan insan lain ataupun berdiskusi. Ada juga buah pikiran menulis yang hadir karena beberapa peristiwa yang kita baca/ lihat. Maka, ‘obat’ pertama untuk mengatasi writer’s block adalah pergi ke luar dari zona nyaman sendiri. Baca atau sapa gagasan yang bersumber dari orang lain.

Setelahnya, tulis lah apa pun yang menarik perhatian. Terlepas dari tema dan ejaan yang tak menarik atau salah. Novelis asal Amerika, Jodi Picoult bilang: “Kamu mungkin tidak bisa menulis dengan baik setiap hari. Namun, kamu selalu dapat memperbaiki/ menyunting tulisan yang buruk. Sebab, kamu tidak akan pernah bisa mengedit halaman kosong.”

Semoga lekas sembuh dari writer’s block!

 

Rujukan: https://id.techinasia.com/melawan-writers-block

Comments are closed.