SAAT DITANYA MENGAPA INGIN JADI WNI, SAYA JAWAB: “KARENA SAYA CINTA INDONESIA”


Rektor Graha Maria Annai Velangkanni RP James Bharataputra SJ (Copyright: Jeffry Siallagan)

Pada tahun 1989, Pastor James, SJ telah merampungkan misi di Banda Aceh. Imam Jesuit asal India berhasil menjalankan misi pewartaan dan pembangunan pendidikan di Bumi Rencong.

“Dengan berkarya di Banda Aceh saya merasakan bahwa selama delapan tahun tersebut, ternyata Tuhan berkarya melalui saya, sampai orang Aceh … yang terkenal fanatik tetap mengingat saya dan tidak melupakan saya,” ujar Pastor James.

Namun di waktu bersamaan, Pastor James harus dihadapkan pada dua pilihan yaitu apakah tetap tinggal di Indonesia atau kembali ke India. Itu dikarenakan Surat Keputusan Bersama Dua Menteri yang menuntut para misionaris di Indonesia harus memiliki kewarganegaraan Indonesia atau kembali ke negeri asalnya. …. Karena kecintaannya kepada Indonesia, maka Pastor James memilih untuk tetap tinggal di Indonesia.

Dengan dibantu oleh salah satu umat Paroki Gereja Hati Kudus Yesus Banda Aceh, Pastor James mengurus kewarganegaraan Indonesia. Pada tahun 1989, Pastor James … resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan berganti nama dari James Iruthayam Singarayar menjadi James Bharataputra Sebastian.

“Saat itu Jaksa di Aceh bertanya, kenapa saya ingin menjadi warga Indonesia. Saya jawab karena saya cinta Indonesia dan saya langsung diterima,” pungkasnya.

Setelah mendapat status kewarganegaraan Indonesia, Pastor James mengakhiri tugas pastoralnya di Aceh pada tahun 1991 dan mengambil cuti sampai pada penempatan berikutnya.

 

/// cuplikan dari buku “Pastor James Bharataputra, SJ: Misionaris Sejati dari India untuk Indonesia”

Buku “Pastor James Bharataputra, SJ: Misionaris Sejati dari India untuk Indonesia”

Comments are closed.