Gereja Stasi Sta. Monika Rembah Telko (Paroki St. Fransiskus Assisi – Tiga Binanga) “Bergotong-royong Membangun Rumah Tuhan”


gedung baru Gereja Stasi Rembah Telko

Gereja Katolik Stasi Santa Monika Rembah Telko (Paroki St. Fransiskus Assisi – Tiga Binanga) berdiri secara resmi pada 17 Oktober 1990. Adapun pelopor atau pembuka misi Katolik ke sana adalah pastor Antonio Razoli OFMConv, dibantu tenaga awam dari Stasi Juhar.  Sisi unik dari stasi ini adalah seluruhnya bersuku Nias, dan juga beragama Katolik. “Pada umumnya, penduduk mula-mula di stasi ini adalah para pekerja yang membantu usaha kayu di daerah tersebut. Mereka merantau dari tempat asalnya di pulau Nias,” terang Parokus Tiga Binanga, RP Cypriano Barasa OFM Cap kepada Menjemaat.

Menurut statistik di Paroki Tiga Binanga, hingga sekarang jumlah umat di stasi Rembah Telko ada sebanyak 180 jiwa (38 Kepala Keluarga). “Secara administratif pemerintahan dusun Rembah Telko masuk ke wilayah Sigedang, Kecamatan Tanah Pinem – Kabupaten Dairi,” tutur Pastor Cypriano. “Pada umumnya penghasilan masyarakat Rembah Telko adalah dari hasil pertanian seperti beras, jagung, cabe dan palawija lainnya. “

Imam Kapusin mengatakan, kondisi jalan yang rusak membuat biaya transport menjadi sangat mahal demikian sebaliknya harga kebutuhan untuk pertanian yang berasal dari luar seperti pupuk dan bahan pestisida menjadi sangat mahal. “Mereka menjual hasil ladang ke Sigedang dan Tiga Binanga. Hal ini membuat ekonomi masyarakat Rembah Telko  menjadi biasa saja,” katanya. “Listrik tenaga diesel atas swadaya masyarakat sudah ada. Secara umum ekonomi masyarakat Rembah Telko cukup baik dalam arti untuk makan, minum dan sandang dapat tercukupi secara normal.”

***

Pada tahun 1998 berdiri gereja darurat yakni atap dari seng, lantai tanah, dinding rumbia dengan ukuran 11 m x 7 m. “Nampaknya gereja ini tidak memungkinkan lagi untuk dipakai karena sudah mulai rapuh dimakan usia karena posisinya di lereng gunung, beberapa kali ditimpa pohon-pohon tumbang dan terkena longsor. Hal ini mempercepat pembusukan dan kerusakan gereja. Melihat kondisi ini maka sudah sangat mendesak dibangun gedung gereja permanen.  Pembangunan gereja di daerah ini sudah sangat lama ditunggu-tunggu oleh umat setempat.” Terang imam asal Parlilitan tersebut.

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tahun 2014 oleh Pastor Paroki waktu itu  RP. Stefanus Sitohang OFM Cap bersamaan dengan perayaan Paskah Rayon Juhar. “Pembangunan gereja ini terlihat lambat karena biaya pembangunan diusahakan semaksimal mungkin dari umat sendiri dan Paroki serta Keuskupan. Proses pembangunan dikerjakan oleh umat sendiri dengan sistem gotong-royong. Pengerjaan bangunan dilakukan setiap hari Senin,  apabila umat sedang tidak bercocok tanam,” imbuhnya.

Gereja Sta. Monika Rambah Telko yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya selesai dibangun tahun 2018. Pemberkatan gereja, pada Minggu (15/4/2018), dipimpin oleh Vikep St. Yakobus Rasul Kabanjahe RP. Karolus Sembiring OFMCap dan didampingi oleh RP. Cypriano Barasa OFMCap (Pastor Paroki Tiga Binanga), RP. Antonius Siregar OFMCap dan RP. Kaprilius Sitepu OFMCap (Pastor Rekan). Acara pemberkatan tersebut digabungkan dengan perayaan Paskah Rayon Juhar – Paroki Tiga Binanga.

Pemberkatan Gedung Gereja Stasi Rembah Telko

Dalam kotbahnya, Vikep Kabanjahe mengajak umat untuk bersukacita. “Walaupun jalan susah dan jauh kita semua masih dapat hadir dengan gembira sebagai suatu tanda dukungan akan saudara-saudari kita yang ada di tempat ini dan bukti nyata Kristus yang telah bangkit dari kematian. Kematian Kristus memberikan kehidupan yang kekal,” kata Pastor Karolus.

Pastor Karolus juga memberi semangat untuk umat dengan mengajak menyanyikan lagu “Aku Anak Raja”. Dia menyampaikan motivasi yang kuat bahwa upah kita besar di surga semua. Selajutnya dalam kotbah Pastor Sembiring juga berkatekese tentang bagaimana hirarki dalam Gereja Katolik dan makna Ekaristi.

“Kita berbangga hati akan jumlah umat yang ada ditempat ini yaitu 100% katolik. Perayaan Ekaristi berjalan dengan baik dan lancar walaupun diguyur hujan sedikit, tetapi hujan tersebut cepat berhenti sebagai tanda bahwa Kristus telah bangkit membawa keselamatan,” ujarnya.

Setelah perayaan Ekaristi Kudus selesai dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari  panitia, DPP Tiga Binanga, Dewan Rayon, kepala desa, agama tetangga, anggota DPRD Kabupaten Dairi serta Legislator provinsi Sumatera Utara, Jenny Berutu.

Acara ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yaitu Kuis Kitab Suci dan pengetahuan umum, Bola Ria dan Koor. Perlombaan ini diikuti oleh semua stasi yang hadir. Dalam perlombaan Bola Ria diikuti oleh pasutri dari setiap stasi. Beberapa pasutri lanjut usia dari stasi Juhar ikut serta dalam perlombaan ini.

Pemberkatan Gereja baru Stasi Rembah Telko Digabungkan dengan perayaan Paskah Rayon Juhar

Kepada Menjemaat, Pastor Cypriano juga memberi apresiasi atas gotong royong dan kegigihan umat Stasi Rembah Telko dalam membangun ‘Rumah Tuhan’, “Semoga setelah berdirinya gereja baru, umat Stasi Rembah Telko semakin bersemangat beribadah dan membuahkan iman yang lebih teguh. Di samping itu, untuk menjaga hubungan akrab di tengah umat Paroki Tiga Binanga, anak-anak dan pemuda di stasi ini juga kiranya dapat belajar bahasa daerah Karo,” pungkasnya.

(Riduan Ginting/ RP. Kaprilius Sitepu, OFMCap | Editor: Ananta Bangun)

//// diterbitkan di majalah resmi Keuskupan Agung Medan, MENJEMAAT

Comments are closed.