Jambore SEKAMI se-KAM 2018: Momentum Bentuk Misionaris Cilik


Mgr Emeritus Pius Datubara OFM Cap dan RP Martin SVD Lepas Balon Perayaan Jambore Sekami se-KAM

Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Agung Medan (KAM), menggelar Jambore Serikat Kepausan Anak-anak Misioner Indonesia (SEKAMI) se-KAM di Paroki St. Petrus Paulus – Kabanjahe. Sekira 1.500 anak/ remaja bersama Pendamping sebagai utusan dari 60 Paroki/ Kuasi Paroki turut dalam acara akbar bertema: “Berbagi Sukacita Injil dalam Kebhinekaan untuk Mewujudkan Keluarga Rukun.”

Ketua KKI-KAM, RP. Martin Nule SVD menyampaikan, jambore ini menjadi ruang dan peluang anak/ remaja dan pendampingnya untuk menggaungkan spiritualitas misioner yang dilahirkan Mgr. Charles Auguste Marie de Forbin Janson pada 175 tahun lalu. “Di samping itu, kegiatan oleh KKI-KAM ini juga mengejawantahkan dua (dari tujuh) Indikator Keberhasilan Top Pastoral Priority – KAM tahun 2018. Yakni, “100% Anak dan Remaja Terdampingi dengan Baik”, dan “100% Anak dan Remaja Bangga Akan Keberadaannya sebagai Laki-laki dan Perempuan.”,” kata Imam Soverdi tersebut.

Peserta Jambore Sekami se-KAM antusias dan gembira mengikuti seluruh sesi

Dia mengimbuhkan, selain Jambore Sekami se-KAM 2018, pihaknya juga telah merancang dua program lain, dalam memenuhi tantangan hasil Sinode-VI KAM. “Keduanya adalah: Memperkenalkan dan Melaksanakan SEKAMI di semua Paroki. Dan, Pembinaan untuk Para Pendamping Remaja (SOMA).”

Jambore Sekami se-KAM 2018 berlangsung selama tiga hari (22-24/6/2018). “Seluruh kegiatan dipilah dalam tiga bagian. Yakni, selebrasi, edukasi/ formasi, dan aksi misioner,” ujar Pastor Martin.

Rombongan Pawai Jambore Sekami se-KAM 2018

Dalam sesi selebrasi, setiap utusan paroki menampilkan karya seni tari, lagu dan lainnya di atas pentas, baik tradisional maupun modern. Sementara pada sesi edukasi, panitia memberikan sharing dan dialog mengenai dampak negatif narkoba bagi remaja Katolik. Serta, presentasi mengenai pengaruh serta peluang pewartaan Injil melalui media sosial, yang dibawakan oleh RP. Selestinus Manalu OFM Cap.

“Pada sesi Aksi Misioner, para anak dan remaja SEKAMI KAM turut dalam kegiatan Live In/ Kunjungan Keluarga di Paroki St. Fransiskus Assisi Berastagi,” terang Pastor Martin. “Dalam sesi ini, pendamping beserta anak dan remaja mengalami suasana hidup tinggal bersama keluarga. Ini tentu menjadi kesempatan bagi mereka untuk membagikan sukacita Injil bersama keluarga dalam bentuk doa dan kesaksian.”

Pembukaan dan penutupan jambore diadakan dengan perayaan syukur Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Emeritus KAM, Mgr. A.G. Pius Datubara OFM Cap. Dalam sambutannya, Mgr. Pius mengaku gembira dan semangat bisa berada di tengah anak dan remaja SEKAMI KAM. “Para anak dan remaja adalah masa depan Gereja. Dalam acara ini, kalian bisa berbaur dengan sesama teman-teman, pendamping dan juga para Imam dan biarawan/ biarawati. Mari berbagi sukacita Injil berawal dari kegiatan ini dan masa berikutnya. Dengan demikian, para anak dan remaja SEKAMI KAMI dapat menyatakan diri sebagai misionaris cilik yang siap diutus,” ujarnya.

(Ananta Bangun) ///ditulis untuk majalah resmi Keuskupan Agung Medan, MENJEMAAT

Mgr Emeritus Pius Datubara OFM Cap memberi kata sambutan

Comments are closed.