Pengalaman adalah ‘guru’ terbaik dalam hidup


Diabadikan bersama tim pelatihan TCDP (kala itu), tepat di depan plakat semboyan yang legendaris

“Pengalaman adalah ‘guru’ terbaik dalam hidup.” Kukira petuah ini sungguh tepat. Pengetahuan dan keahlian yang kuperoleh kini adalah ‘buah’ dari pengalaman di masa silam. Kukira setiap insan juga mendapati hal sama.

Salah satu pengalaman menarik dan lekat dalam ingatanku, ketika turut dalam Teacher’s Competency Development Program (TCDP) — satu program tanggung-jawab sosial yang digagas lembaga nirlaba Djalaluddin Pane Foundation, secara khusus di wilayah Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan.

TCDP tidak sekedar memberikan ilham di dunia “Training/ Pelatihan” dan kiat presentasi, namun juga keakraban dalam keragaman profesi, suku dan keyakinan. Pada intinya, kami sungguh ‘tenggelam’ untuk belajar hal baru secara terus-menerus. None knows everything, but someone knows something, adagium ini seolah mantra yang terus mengiang-ngiang di meja diskusi, ruang training, bahkan hingga di bus dalam perjalanan pulang tim training ke Medan. Aku pun tak pernah lupa semboyan Ustadz Fikry di Pondok Pesantren Modern (PPM) Ar-Rasyid (salah satu tempat penyelenggaraan pelatihan TCDP): “Pulang Malu, Kalau Nggak Bawa Ilmu.”

Aku cuma bisa berterima kasih dan doa atas kebaikan setiap insan yang memberiku kesempatan belajar. Semoga pengetahuan ini juga bisa kubagikan bagi lebih banyak insan lagi. Puji Tuhan.

Comments are closed.