SMA Cahaya Medan Gelar “Cahaya Youth Day: Pelajar Kreatif Melalui Pendidikan Inovatif”


Kepala Sekolah SMA Cahaya bersama Guru dan Siswa di Stan Sains

Medan, Menjemaat – SMA Cahaya Medan, Kamis (21/12/2017), menghelat ajang kreativitas pelajar bertajuk “Cahaya Youth Day: Pelajar Kreatif Melalui Pendidikan Inovatif.” Sr. Kressensiana Levinil KSSY, Kepala Sekolah di bawah naungan Yayasan Seri Amal ini, mengaku bangga dan mendukung penuh kegiatan yang dilangsungkan perdana di lapangan sekolah tersebut.

“Semoga kegiatan yang bagus ini dapat berlangsung rutin setiap tahunnya. Karena perannya sebagai wadah menampilkan pengetahuan dan karya kreatif siswa di SMA Cahaya,” ujar Sr. Kressensiana kepada Menjemaat.

Dia menuturkan, seluruh karya kreasi murid sengaja dipamerkan dalam lima anjungan. “Dua stan sebagai tempat peragaan bidang sains. Sementara dua lainnya, untuk pameran karya art atau seni, dan sosial. Satu lagi dibuat khusus untuk karya kuliner,” katanya. “Selain itu, panitia juga menghelat pertunjukan seni berupa modern dance, musikalisasi puisi, tarian daerah dari Nias dan Papua. Serta sejumlah pertunjukan kreatif lainnya.”

Sr. Kressensiana menjelaskan, gagasan utama seluruh kegiatan ini adalah toleransi keberagaman dan praktik langsung dari setiap bidang studi yang dipelajari siswa. “Semoga Cahaya Youth Day berikutnya, dapat menjalin kerjasama dengan beberapa universitas maupun lembaga luar. Tentu saja, dengan harapan semangat dan inspirasi kegiatan ini bisa mengilhami insan di luar khasanah SMA Cahaya Medan.”

Salah satu siswa SMA Cahaya Medan, Dominikus Bayu Sihaloho mengaku senang dengan pelaksanaan Cahaya Youth Day 2017. “Saya senang, karena sebelumnya turut juga dalam bagian konseptor kegiatan ini. Melalui ajang CYD, kami tidak hanya diberi wadah menampilkan kreativitas yang telah diajarkan guru di kelas. Namun juga, belajar menghargai keberagaman. Yakni dengan mengenal lintas budaya serta kepercayaan di negara kita,” kata Bayu, seraya menambahkan bahwa para siswa turut menampilkan busana religi dari agama-agama di Indonesia.

Seluruh rangkaian acara berlangsung meriah, walau diselingi rintik gerimis.

(Ananta Bangun) /// ditulis untuk majalah Menjemaat

Advertisements

Comments are closed.